Rabu, 09 Mei 2012

sedikit cerita dari kisah hidupku

jujur perjalanan hidupku tidak terlalu banyak kenangan, hidup datar dan berjalan seperti biasa tidak ada yang spesial. tapi ada satu hal yang tidak bisa saya lupakan selama hidupku dan ini berlangsung 2tahun yang lalu (sekarang 2012).

malam itu tepat bulan puasa, pukul 3 subuh saatnya bangun untuk makan sahur tiba-tiba dada sebelah kanan saya sakit, susah nafas, dan badan semua kaku dengan sisa tenaga yang saya miliki saya berusaha untuk mengambil handphone yang letaknya tidak jauh dari tempat tidur kemudian mengirim SMS ke ayah agar ke kamarku. beberapa saat kemudian ayah sayapun datang dengan ekspresi kaget langsung menggendongku ke ruang tamu dan melakukan segala cara untuk memulihkanku. saat sesak begini ibu juga tidak dapat berbuat banyak berhubung baru saja keluar dari RS (operasi batu empedu), ia hanya dapat melihatku sambil terbaring lemah. Ayahku pun membawaku ke rumah sakit karena sudah panik dan tidak tau mau berbuat apalagi, sesampainya di RS para perawat pun segera membawakan oksigen untuk bantuan pernapasan, kemudian jarum infus juga ikut mendarat di tangan sebelah kiri. jujur saya adalah orng yang paling takut sama yang namanya "jarum" tapi mau bagaimana lagi mau tidak mau harus mau. Akhirnya dokterpun megatakan bahwa saya harus dirawat inap, awalnya saya ragu dan tidak mau sebab kepikiran kalo tugas-tugas di sekolah akan terbengkalai dan saat itu pula masih awal-awal masuk sekolah tapi...mau apa lagi demi kesehatan saya pun rela untuk dirawat inap.

beberapa hari saya dirawat inap, dokterpun mengajukan beberapa pertanyaan...
dokter  : bagaimana dadanya nak? masih sering sakit?
saya     : iya dokter
dokter  : bisa diceritakan bagaimana awalnya sakitnya terasa?
saya     : begini dokter, sebenarnya ini sakit sudah lama saya rasakan sejak SD tp saya berfikir ini mungkin hanya masuk angin biasa. trus ketika SMP rasa sakitnya semakin sering datang tapi tetap saya cuek. nah pas waktu baru-baru ini sakitnya sudah tidak bisa tahan.
dokter  : kalo lari atau kerja berat biasanya cepat capek?
isma     : iya dokter
dokter  : oh okelah, besok rontgen yah
isma     : iya dokter

setelah dokternya pergi sayapun bertanya-tanya didalam hati "ya allah apa yang terjadi, apa sebenarnya penyakit saya?kenapa wajah dokter tadi meragukan?" saya terus bertanya-tanya sampai akhirnya hari esok pun tiba. Saya keruang untuk di rontgen dan setelah itu katanya hasilnya nanti satu minggu kemudian.

satu minggu kemudian, hasilnya sudah ada tapi nanti sore baru bisa diambil. saya minta pada dokter untuk dipulangkan karena sudah seminggu lebih tidak masuk sekolah dan dokterpun meng"iya"kan. hasil rontgen tadi diambil sama ayahku, ketika ia membuka hasil rontgennya raut wajahnya berubah menjadi sedih dan berkaca-kaca tetapi ia berpura-pura tegar dihadapanku. saya ingin tau apa sebenarnya penyakit saya sampai ayah terlihat down.

beberapa hari kemudian, ayah dan ibu mengajak ku untuk ke dokter spesialis paru. sayapun ditumbuhi beberapa pertanyaan dalam hati. ketika dokter sudah mengecek hasil rontgenku, ia merujuk ku ke RS pusat untuk di CT-SCAN dan sayapun semakin pensaran. keesokan harinya, sayapun menjalani CT-SCAN sesuai saran sang dokter kemarin dan hasilnyapun langung ada. Dengan rasa penasaran yang begitu tinggi, akhirnya saya membuka hasilnya disitu tertulis jelas bahwa...penyakit yang saya alami adalah "Timoma (Tumor mediastinum) dengan perasaan yang campur aduk antara tau dan tidak tau apa yang dimaksud diagnosa tadi saya memasukkan kembali hasilnya kedalam map. Saya mengambil handphone dan mencari diinternet apa sebenarnya penyakit itu, dan ternyata Timoma itu adalah tumor yang ada di rongga paru (mediastinum) sayapun merasa takut dan sedih tetapi berusaha tegar dan pura-pura bahwa saya tidaktau apa-apa agar orang tua saya tidak tambah sedih. Setelah itu dokterpun memanggil saya dan orng tua saya masuk keruangannya. Dokter mengatakan bahwa tumor saya sebenarnya bawaan dari lahir dan ini harus segera diangkat dengan jalan operasi karena jika tidak akan berakibat fatal tetapi operasinya tidak bisa dilakukan disini berhubung alatnya tidak lengkap dan ini termasuk operasi yang besar jadi harus dirujuk ke Jakarta, saat itupun saya berfikir "separah inikah penyakit saya?sampai harus ke Jakarta"

3 hari kemudianpun saya sama orng tua saya berangkat ke Jakarta.
Di Jakarta para dokter yang menangani saya mengatakan bahwa operasinya tidak bisa dijalankan secepat apa yang ibu dan ayah sy fikirkan, ini harus menjalani beberapa pemeriksaan lagi. akhirnya saya mengikuti semua apa saran dokter. saya dirawat inap selama 2 minggu, setelah itu rawat jalan selama 1 bulan dan 2 bulan kemudian baru diputuskan untuk dilakukan operasi.

malam sebelum operasi ibu dan ayah saya dipanggil sama dokter bedah yang menangani saya, sang dokter mengatakan "bu, pak, jujur ini operasi besar dan penyakit ini sangat langka biasa dalam satu tahun palingan hnaya satu pasien atau malahan tidak ada, jadi tolong pak, bu doanya krn kita juga disini yang bekerja hanya manusia biasa. Letak tumornya ini sangat sulit karena berada tepat disamping jantung jadi mohon bantu donya dari bapak dan ibu dan keluarga yang ada di makassar. raut wajah ayah dan ibu berkaca-kaca dan campur aduk.

keesokan harinya, hari dimana saya harus menjalani operasi. sebelum ke ruangan operasi sy sholat 2 rakaat dahulu memohon doa kepada Allah SWT untuk dilancarkan semuanya. Dengan bermodal keyakinan bahwa Allah pasti ada disampingku saya melangkahkan kaki dengan mengucap basmalah, para dokter dan perawat menghapiri saya memasangkan berbagai macam alat ke tubuh saya.Anehnya disini, saya tidak merasakan ada rasa takut sedikitpun sambil dzikir dalam hati sesuai pesan kakek saya. Kemudian dokter menyuntikan cairan ke infus saya dan perlahan-lahan saya tidak sadarkan diri kemudian operasi dimulai. Operasinya berlangsung selama 6 jam. satu jam setelah operasi sayapun siuman dan saat itu juga saya merakan sakit yg hebat mulai dari bantuan pernapasan dimulut infus didada dan di tangan, selang darah yang masih tertanam diperut dan bekas operasi didada sepanjang tulang dada. Saya berusaha sabar dan tidak tau mau berbuat apa, akhirnya perawat memberikan obat injeksi pnghilang sakit. 1 minggu terbaring lemah tidak berdaya dengan selang darah yang masih tertanam diperut :"((((((((((( akhirnya dilepas. Saya sudahdibolehkan berjalan dan belajar duduk karena masih kaku dan masih ada rasa sakit didada bekas operasi, lama kelamaan semua berjalan dengan baik-baik saja dan kembali seeperti sediakala tapi pesan dokter sebelum sy pulang ke makassar yaitu jangan melakukan kegiatan yang berat, jangan naik motor dan tangga, jangan keluarkan tenaga yang terlalu, jangan makan makanan yang pengawet, jangan terlambat makan, budayakan pola makan yang sehat, tingkatkan makanan yang mengandung TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein).

Setelah 3 bulan di Jakarta dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit, lebaran idul fitri sampai lebaran idul adha di Jakarta pula akhirnya saya bisa kembali ke makassar dan kumpul dengan keluarga. Ketika saya sampai di bandara hasauddin makassar, tanpa sengaja saya menitikkan air mata dan bisa disebut air mata bahagia dengan segala rasa syukur saya sangat bahagia bisa berkumpul lagi bersama keluarga. Dan sampai saat ini alhamdulliah saya menjalani aktivitas seperti sediakala walaupun masih sering terasa nyeri.


Itulah tadi sedikit cerita saya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar